Kamis, 11 November 2010

EPIDEMIOLOGI DAN PERANANNYA DI DALAM PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN DI MASYARAKAT

Ø Defenisi Epidemiologi:
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi penyakit dan determinannya pada manusia (MacMahon & Pugh, 1970). Distribusi penyakit dapat dideskripsikan menurut orang (usia, jenis kelamin, ras), tempat (penyebaran geografis), dan waktu, sedangkan pengkajian determinan penyakit mencakup penjelasan pola distribusi penyakit tersebut menurut faktor-faktor penyebabnya.
Istilah epidemiologi berasal berasal dari kat ‘epi’ (atas), ‘demos’ (rakyat; penduduk), dan ‘logos’ (ilmu), sehingga epidemiologi dapat diartikan sebagai ‘ilmu yang mempelajari tentang hal-hal yang terjadi/menimpa penduduk’. Epidemiologi tidak terbatas hanya mempelajari epidemi (wabah)
Epidemi didefinisikan :
1. Beberapa penyakit atau cedera
2. Menggambarkan perbedaan penyakit dalam berbagai keadaan.
3. Mulai dari daerah yang kecil sampai daerah yang luas ® pandemi contohnya Influenza.
4. Mencakup periode waktu ® jam, hari, minggu, bulan dan tahun

Ø Sejarah Epidemiologi:
Epidemiologi lahir berdasarkan dua asumsi dasar. Pertama, penyakit pada populasi manusia tidak terjadi dan tersebar begitu saja secara acak. Kedua, penyakit pada manusia sesungguhnya mempunyai faktor penyebab dan faktor preventif yang dapat diidentifikasi melalui penelitian sistematik pada berbagai populasi, tempat, dan waktu.
Sejarah Epidemiologi berkembang pada saat peradaban kuno :
HIPPOCRATES (460‐377SM) - Bp Kedokteran Modern - kejadian penyakit karena kontak dengan jasad hidup, penyakit berkaitan dengan lingkungan eksternal dan internal.
HIRSCH (1883) - Gambaran kejadian, penyebaran jenis‐jenis penyakit pada manusia saat tertentu di berbagai tempat di bumi dan mengaitkan dengan kondisi eksternal.
FROST(1927) - Ilmu yang mempelajari fenomena masal dari penyakit infeksi.
GREENWOOD (1934) - Pengetahuan tentang penyebaran (distribusi) penyakit atau kondisi dalam suatu populasi dan faktor‐faktor yang mempengaruhi penyebaran tadi.
MORIS (1967) - Pengetahuan tentang sehat dan sakit dari suatu penduduk.
MACMAHON, PUGH & IPSEN (1970) - Studi tentang penyebaran dan penyebab frekuensi penyakit pada manusia dan mengapa terjadi distribusi seperti itu.
ABDEL R OMRAN (1974) - Studi dari berbagai peristiwa diantara kelompok di masayarakat.

Menurut sejarah perkembangan Epidemiologi dibedakan atas:
1. Epidemiologi Klasik: terutama mempelajari penyakit menular, wabah serta terjadinya penyakit menurut konsep epidemiologi klasik
2. Epidemiologi modern: merupakan sekumpulan konsep yang digunakan dalam studi epidemilogi yang terutama bersifat analitik, selain untuk penyakit menular wabah dapat diterapkan juga untuk penyakit menular bukan wabah, penyakit tidak menular serta masalah-masalah kesehatan lainnya. Menurut bidanng penerapannya Epidemiologi modern dibedakan atas:
(a) E pidemiologi lapangan
(b) Epidemiologi komunitas
(c) Epidemiologi klinik

Ø Tujuan Epidemiologi dalam bidang kesehatan:
“menggambarkan penyakit secara komprehensif & dinamis, tidak hanya mencakup wabah tetapi juga antara periode terjadinya wabah secara sporadis dan endemis”. Selain itu tujuan studi epidemilogi, yaitu :
1. Mendiagnosis masalah kesehatan masyarakat.
2. Menentukan riwayat alamiah dan etiologi penyakit.
3. Menilai dan menrencanakan pelayanan kesehatan.

Ø Pernanan Epidemiologi, khususnya dalam konteks kesehatan masyarakat :
Prinsip Epidemiologi yaitu Subyek dan obyek epidemiologi adalah masalah kesehatan ,masalah kesehatan yang dikaji adalah masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia ,dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan dimanfaatkan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan tersebut. Strategi mengenal analisa masalah kesehatan berdasarkan prinsip atau konsep epidemiologi sebagai berikut mempelajari masalah kesehatan pada sekelompok manusia atau masyarakat , banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia yang dinyatakan dengan angka frekuensi mutlak (absolut) atau relative ,banyaknya masalah kesehatan diperinci menurut keadaan tertentu ,diantaranya keadaan waktu, tempat, orang yang mengalami masalah kesehatan ,melakukan rangkaian kegiatan tertentu (riset) yang dilakukan untuk mengkaji masalah kesehatan sehingga diperoleh kejelasan dari masalah tersebut.
Epidemiologi mempelajari frekuensi masalah kesehatan yaitu keterangan tentang banyaknya suatu masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia ,mengetahui keadaan kesehatan yang dihadapi masyarakat ,menyusun berbagai jalan keluar untuk mengatasinya. Sehingga epidemiologi sebagai wadah mengatasi wabah yang ada dalam masyarakat dan penyakit lain yang ditimbulkan , mencari jalan keluar dari masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat.
Dengan kata lain peranan epidemiologi sebagai tool (alat) dan sebagai metode atau pendekatan. Contoh : Epidemiologi sebagai alat diartikan bahwa dalam melihat suatu masalah KB-Kes selalu mempertanyakan siapa yang terkena masalah, di mana dan bagaimana penyebaran masalah, serta kapan penyebaran masalah tersebut terjadi.
Demikian pula pendekatan pemecahan masalah tersebut selalu dikaitkan dengan masalah, di mana atau dalam lingkungan bagaimana penyebaran masalah serta bilaman masalah tersebut terjadi. Kegunaan lain dari epidemiologi khususnya dalam program kesehatan adalah ukuran-ukuran epidemiologi seperti prevalensi, point of prevalence dan sebagainya dapat digunakan dalam perhitungan-perhitungan : prevalensi, kasus baru, case fatality rate dan sebagainya
Ø Manfaat epidemiologi terhadap kesehatan
Yaitu:
(a) membantu pekerja administrator dan perencana untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan kesehatan
(b) alokasi sumber dana
(c) mengukur efektifitas program-program baru
(d) monitoring (pengamatan)
(e) evaluation
(f) menerangkan keadaan masalah kesehatan
yaitu epidemik merupakan suatu keadaan dimana masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang di temukan pada suatu daerah tertentu pada waktu singkat dalam frekuensi yang meningkat, pandemik merupakan suatu keadaan dimana masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekuensinya dalam waktu singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebaranannya mencakup suatu wilayah yang amat luas, endemik merupakan suatu keadaan dimana masalah kesehatan (umumnya penyakit) frukuensinya pada wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama ,sporadik merupakan suatu keadaan dimana masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ada pada wilayah tertentu frekuensi berubah menurut perubahan waktu .
(g) memberikan gambaran (deskripsi) tentang penyebaran (distribusi), besar dan luasnya masalah kesehatan dan lainnya
(h) menjelaskan interaksi faktor-faktor agent, host and environment
Agent penyakit dibedakan :
1. Lingkungan biologis
2. Lingkungan fisik : asbestos, karbon monoksida di udara dan radiasi ion
3. Lingkungan sosial : kehilangan maternal.

Host:
1. Peningkatan jumlah persentase faktor genetika mempengaruhi bertambahnya atau berkurangnya kerentanan terhadap penyakit.
2. Jenis gol. Darah A,B,O sangat rentan terhadap beberapa penyakit.
3. Gol. Darah O rentan penyakit Duodenal ulcer ( Clark et al, 1955 )
4. Gol. Darah A mempunyai risiko tinggi menderita kanker lambung ( Aird et al., 1953 )
5. Kekurangan pada satu enzym spesifik, yaitu alpha - antitrypsin ® kerentanan terhadap penyakit paru kronik Obstruktive ( Erikson,1965 )
6. Penyakit bawaan sickle cell mempunyai risiko kecil menderita malaria yang disebabkan plasmodium falciparum ( Allison, 1954)
7. Pola hidup ® salah satu faktor host yang sulit didefinisikan termasuk variabel instrinsik atau ekstrinsik ( Mischell, 1954 ) Contoh : Pola hidup ® PJK
8. Rosenman ( 1970 ) membagi PJK :
1. Type A ditandai agresif, kompetitif,ambisi, malas.
2. Type B dengan angka kesakitan jantung koroner lebih rendah, tidak selalu menunjukkan karakteristik yang khas.
9. Kondisi kelas sosial ® berpengaruh terhadap kejadian penyakit.
Lingkungan dibedakan atas:
1. Lingkungan biologis termasuk infeksi agen penyakit, reservoir penyakit, vektor sebagai transmisi ,tumbuhan dan hewan.
2. Lingkungan Sosial termasuk lingkungan ekonomi, lingkungan politik, adat istiadat, budaya dan nilai
3. Lingkungan fisik meliputi panas, sinar, udara , air, radiasi, gravitasi, tekanan atmosfir dan agen kimia lainnya
(i) menguraikan kelompok Penduduk yang dalam risiko dan risiko tinggi terhadap kelompok Penduduk yang tidak mempunyai Risiko ,mengevaluasi efektivitas dan efisiensi serta keberhasilan kegiatan kesehatan


Lia Lestari Siahaan
NIM.E2A009066
reguler1 2009
Fak. Kesehatan Masyarakat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar